Pages

Jumat, 30 Maret 2012

Milan Dibela UEFA

Terkait Protes Barcelona

San Siro (Istimewa)
Direktur kompetisi UEFA, Giorgio Marchetti menyebut Barcelona tak punya dalih yang kuat untuk mengajukan protes soal kondisi lapangan di Stadion San Siro.Usai hasil imbang 0-0 di leg pertama perempat final, Kamis (29/3) dini hari WIB, Barca mengajukan surat resmi pada UEFA yang isinya mengecam kondisi lapangan yang dianggap terlalu licin dan bergelombang.
Keluhan Barca langsung ditanggapi pihak UEFA. Marchetti selaku perwakilan UEFA menyebut Barca tak punya landasan yang kuat dalam protesnya.
"Lapangan di Milan adalah masalah yang akan terus terjadi akibat iklim mikro di dalam stadion, dan tak ada yang bisa dilakukan kedua klub," ujarnya kepada Radio Calciomercato.it. "Inter dan Milan coba melalui masalah ini dengan menata ulang rumput, tapi banyaknya pertandingan membuat kuragnnya waktu untuk membuat kondisi menjadi ideal."
"Semua orang saudah menyadari masalah ini dan saya tak tahu apakah bisa diselesaikan dengan cepat. Adriano Galliani (CEO Milan) sudah mengatakan soal tipe permukaan lapangan, tapi bukan keputusan kami untuk menentukan mana permukaan yang tepat untuk sebuah stadion," lanjutnya.
"Semakin sering pertandingan dilakukan, semakin sering lapangan rusak. Di Amsterdam contohnya, mereka mampu menyelesaikan masalah, tapi sulit menemukan solusi untuk masalah di sini."
Masalah lapangan di Stadion San Siro (Giuseppe Meazza) sudah bukan barang baru. Inter dan Milan sudah menghadapi masalah ini sejak dibangunnya tribun baru dan atap untuk menyambut Piala Dunia 1990.
Renovasi itu memang membuat stadion lebih besar dan terlihat lebih cantik, namun rumput akhirnya menjadi tumbal. Akibat renovasi tersebut sirkulasi udara di stadion menjadi buruk, dan terhalangnya sinar matahari membuat rumput tidak bisa tumbuh sempurna.
Milan Dibela UEFA

Dua Tahun Lalu, Oezil Hampir ke Inter

Real Madrid

Mesut Oezil (Denis Doyle/Getty Images)
Gelandang Mesut Oezil membeberkan bahwa ia hampir bergabung dengan Internazionale pada 2010. Meski begitu, gelandang timnas Jerman berdarah Turki itu akhirnya memilih Real Madrid sebagai pelabuhan karir berikutnya.Oezil mengatakan, Jose Mourinho yang kala itu masih melatih Inter sempat membujuknya untuk pindah ke Giuseppe Meazza. Bahkan sempat dikabarkan manajemen La Beneamata sudah menyiapkan kocek sebesar 25 juta euro atau hampir 310 milyar rupiah untuk menebus pemain kelahiran Gelsenkirchen, Jerman itu.
"Memang benar dua tahun lalu saya mendapatkan banyak tawaran dari klub-klub Eropa termasuk Inter, tapi akhirnya saya memutuskan untuk menerima pinangan Madrid. Memang umur saya masih 23 tahun, namun saya ingin mengakhiri karir di sini. Madrid adalah klub terbaik di dunia. Tujuan saya dalam waktu dekat adalah membawa klub juara La Liga dan setelah itu mengantarkan Jerman meraih Euro," tutur mantan pemain Schalke dan Werder Bremen ini kepadaSport Bild.
Kontrak Oezil bersama Los Galacticos baru berakhir di musim panas 2016, namun tampaknya kontrak pemain timnas Jerman itu bakal kembali diperpanjang oleh manajemen El Real. Pasalnya penampilan Oezil di bawah komando Jose Mourinho terbilang cemerlang. Buktinya musim ini ia telah menyumbangkan 16 assist di 27 laga bersama Madrid.

Cavani Ingin Napoli Kembali ke Ajang Liga Champion

Edinson Cavani

Edinson Cavani (Giuseppe Bellini/Getty Images)
Edinson Cavani mengungkapkan keinginannya untuk kembali lagi mencipipi kompetisi Liga Champion musim depan, tapi ia bersikeras hal itu tidak akan menentukan masa depannya di Napoli.Dengan sisa sembilan pertandingan lagi di ajang Serie A, Napoli yang saat ini bertengger di posisi empat terpaut tiga poin dari Lazio, yang menghuni satu tempat untuk berlaga di ajang Liga Champion musim depan.
Menjelang bentrokan kontra Juventus di ajang Coppa Italia di akhir pekan ini, Cavani ingin menekankan hasratnya pada rekan-rekan setim untuk kembali lagi ke pentas utama kompetisi UEFA itu.
"Kami sangat menghormati Bianconeri, tapi tujuan kami adalah mengamankan posisi tiga," kata ujung tombak I Partenopei ini pada Radio Marte. "Liga Champion adalah pengalaman yang unik, dan kami ingin berlaga lagi di sana," tegasnya.
Cavani mengatakan kalau bos Napoli, Walter Mazzarri, sudah mengisyaratkan kalau skuad I Vesuviani sudah lebih siap dari sebelumnya dan mampu bertindak dengan cerdas.
"Ia sudah membentuk grup yang sempurna. Meski begitu, saya juga ingin memenangkan Coppa Italia. Sebuah trofi pada jersey ini akan sangat hebat, tapi kini saya kembali mengulangi bahwa fokus kami ada di liga. Kami memiliki target yang harus dicapai," ujar pemain internasional Uruguay tersebut.
Cavani juga mengklarifikasi jika hasrat Napoli untuk mengamankan satu tempat di ajang Liga Champion, tidak akan menjadi faktor penentu masa depannya bersama I Partenopei.
"Hal itu tidak bergantung pada lolos atau tidaknya ke ajang Liga Champion. Saya tidak memikirkannya, saya hanya ingin mengatakan bahwa saya bahagia dan baik-baik saja di sini," ungkap penyerang berusia 25 tahun itu.
"Anak saya lahir di kota ini, dan kehangatan orang-orang di sini sangat unik. Cepat atau lambat saatnya akan tiba, tapi untuk saat ini, saya hanya fokus pada Napoli," tuntasnya.
Cavani Ingin Napoli Kembali ke Ajang Liga Champion

Mutiara Hitam Gagal Jadi Juara Paruh Musim



Alberto Goncalves, tak mampu maksimalkan peluang di Surajaya. (Nurdiansah/Bolanews)
Persipura tak berhasil menuntaskan misinya untuk menjadi juara di paruh musim Indonesia Super League (ISL) 2011/2012. Bertandang ke Stadion Surajaya Lamongan, Rabu (28/3) sore WIB, Mutiara Hitam harus puas bermain imbang tanpa gol dengan Persela Lamongan dan hanya berhasil mencuri satu poin.Kedua tim yang bertanding di Surajaya sore ini sebenarnya tampil mengesankan. Baik tim tuan rumah, Persela, maupun tamunya, Persipura, tampil agresif untuk menyerang dan memainkan pola permainan yang terbuka. Begitu banyak peluang didapatkan oleh kedua tim sepanjang pertandingan, namun tak satu pun berhasil diselesaikan menjadi gol.
Persela memiliki banyak peluang sejak awal pertandingan. Rudi Widodo mendapatkan peluang di depan gawang Persipura pada menit ke-18, Gustavo Lopez melepaskan tembakan jarak jauh yang masih membentur tiang gawang pada menit ke-28, dan Aris Alfiansyah yang tinggal berhadapan dengan kiper Persela, Choirul Huda, pada menit ke-70, tapi tak ada satu pun yang berhasil berbuah gol.
Tak berbeda dengan tim tuan rumah, Persipura juga menciptakan begitu banyak peluang di Surajaya. Gerald Pangkali, Zah Rahan Krangar, dan Alberto Goncalves menjadi aktor penting terciptanya peluang yang dimiliki Mutiara Hitam. Namun, tetap saja tak satu pun berbuah gol. Bahkan Beto dan Zah Rahan berulang kali mendapat peluang emas untuk menceploskan bola, tapi tampaknya dewi fortuna tidak berpihak kepada dua striker tersebut.
Sebuah kontroversi terjadi di masa injury time. Kemelut terjadi di depan gawang Persipura, di mana beberapa pemain Persela melepaskan tembakan yang selalu berhasil dihalau kiper maupun pemain bertahan Mutiara Hitam. Namun, bola hasil tembakan Aris Alfiansyah tampak sudah melewati garis gawang sebelum dihalau keluar lagi oleh bek Persipura. Wasit dan hakim garis tampaknya tak melihat bola sudah melewati garis sehingga tetap tak ada gol tercipta.
Hasil imbang tanpa gol itu membuat Persipura harus puas hanya mencuri satu poin di Surajaya. Itu artinya mereka tak berhasil mewujudkan niat menjadi juara paruh musim ISL 2011/2012 karena dengan 35 poin yang diraihnya, Persipura tetap tak berhasil melewati Sriwijaya FC yang berada di puncak klasemen dengan 36 poin.
Sementara bagi tim tuan rumah, satu poin di laga ini membuat mereka naik satu peringkat ke posisi kelima, menggeser Persija Jakarta. Persela menyelesaikan paruh pertama musim ini dengan 27 poin, jumlah yang sama dengan Mitra Kukar yang berada di posisi keempat. Kendati memiliki selisih poin yang sama, Mitra Kukar lebih unggul dari sisi produktivitas gol.
Mutiara Hitam Gagal Jadi Juara Paruh Musim

Bermain Terbuka, Persela-Persipura Masih Imbang

ISL HT: Persela 0-0 Persipura

 ()
Persela Lamongan dan Persipura Jayapura masih bermain imbang tanpa gol di babak pertama lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Surajaya Lamongan, Rabu (28/3) sore WIB. Kedua tim bermain sangat terbuka dan menciptakan banyak peluang yang belum berhasil dimaksimalkan.Kedua tim yang bertekad meraih poin penuh di laga ini memulai pertandingan dengan cukup agresif. Kedua tim sebenarnya memiliki banyak peluang selama 45 menit pertama. Namun, tak satu pun peluang bisa dikonversi menjadi gol.
Persipura tercatat mendapatkan peluang melalui Gerald Pangkali, Alberto Goncalves, Zah Rahan, dan Marko Kabiay. Namun ketatnya lini pertahanan yang didukung cemerlangnya penampilan kiper Persela, Choirul Huda, membuat para pemain Persipura cukup frustasi saat gagal memaksimalkan peluang mereka, seperti yang dimiliki Beto Goncalves pada menit ke-20, di mana striker Persipura itu gagal memaksimalkan peluang padahal hanya tinggal berhadapan degnan Choirul.
Persela pun bukan tanpa perlawanan. Tim tuan rumah ini tampaknya mampu memanfaatkan dengan baik absennya beberapa pemain pilar Persipura. Kendati tetap diserang terus menerus oleh tamunya, Persela beberapa kali mendapat peluang melalui Rudi Widodo, Irsyad Aras, dan Gustavo Lopez. Peluang terbaik Persela tercipta pada menit ke-28 melalui tembakan jarak jauh Lopez. Namun, tembakannya masih bisa dihalau oleh tiang gawang Persipura.
****
Susunan pemain:
Persela: 1-Choirul Huda, 14-Fathurahman, 13-Suroso, 15-Roman Golian, 3-Taufiq Kasrun, 19-Jimmy Suparno, 44-I Gede Sukadana, 22-Irsyad Aras, 8-Gustavo Lopez, 10-Rudi Widodo, 18-Mario Costas.
Cadangan: 21-Ali Barkah, 3-Pitono, 6-Dedi Indra, 17-Danu Rosadi, 2-Zainal Arifin, 7-Aris Alfiansyah, 37-Febriyanto.
Persipura: 1-Yoo Jae Hoon, 13-Ian Louis Kabes, 4-Ricardo Salampessy, 32-Victor Pae, 21-Yustinus Pae, 15-Gerald Pangkali, 11-Imanuel Wanggai, 14-Moses Banggo, 10-Zah Rahan Krangar, 43-Marko Kabiay, 9-Alberto Goncalves.
Cadangan: 20-Ferdiansyah, 30-Eki Sabililah, 27-Philipus Basik Basik, 16-Daniel Tata, 6-David Laly, 19-Yulianus Watora, 33-Lukas Mandowen.
Bermain Terbuka, Persela-Persipura Masih Imbang

Kamis, 29 Maret 2012

Kalahkan Persiwa, Arema Keluar Dari Dasar Klasemen

ISL

Marcio Souza, sang pencetak gol kedua Arema. (Nurdiansah/Bolanews)
Niat Arema Indonesia untuk menutup putaran pertama kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011/12 dengan kemenangan benar-benar terjadi. Kepastian itu diperoleh setelah dalam laga kontra Persiwa Wamena yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (29/3), Arema mampu menundukkan sang tamu dengan skor tipis 2-1.Atas hasil itu, Arema pun keluar dari dasar klasemen untuk duduk di posisi ke-17 dengan koleksi 14 poin. Hanya saja, mereka bisa saja kembali tergelincir ke posisi paling buncit apabila Persiram Raja Ampat mampu memetik kemenangan atas tamunya, Persiba Balikpapan, Jumat (30/3) besok.

Tapi, kalaupun itu terjadi, yang pasti Arema sudah berusaha semaksimal mungkin di laga terakhirnya. Buktinya, dengan semangat yang ada, mereka langsung tampil menggebrak saat melawan Persiwa.

Berbekal hal itupula, Arema akhirnya bisa mencipta gol ketika laga baru berusia lima menit. Gol lewat tandukkan Ferry Aman Saragih dengan memanfaatkan umpan dari sisi kiri pertahanan Persiwa itu membuat Arema unggul 1-0.

Di sisi lain, ketertinggalan itu sendiri membuat sang tamu, Persiwa tak puas dan coba merespon. Memulai dengan umpan dari kaki ke kaki, tim berjuluk Badai Pegunungan itupun terus berusaha mencari ruang kosong guna mencetak gol balasan.

Tapi apa mau dikata. Terus berupaya, Persiwa justru harus kembali kebobolan lewat gol yang terjadi melalui skema serangan balik yang dilakukan Arema itu.

Beruntungnya, gol yang dicipta Marcio Souza dengan memanfaatkan umpan datar dari sisi kiri pertahanan Persiwa itu belakangan dianulir wasit. Hal itu terjadi setelah sang hakim garis mengangkat bendera menandakan Marcio dalam posisi offside.

Nasib kurang baik itu sendiri akhirnya benar-benar menjadi kenyataan setelah Yesayas Desnam melakukan handball di kotak penalti sendiri.

Marcio yang maju sebagai eksekutor pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Bola hasil sepakan yang mengarah tepat dan menggetarkan gawang Persiwa untuk kedua kalinya membuat peluang Arema petik kemenangan kian besar.

Sebaliknya, berkat gol itu peluang Persiwa untuk kembali memetik kemenangan semakin menipis. Namun, biar begitu Yesayas cs. tetap tak berhenti. Pada menit ke-63, Persiwa pun akhirnya bisa mempertipis ketertinggalan lewat sebuah penyelesaian apik Boakay Eddy Foday.

Gol itu menjadi yang terakhir dan membuat laga berkesudahan dengan skor 2-1 untuk kemenangan Arema.
Kalahkan Persiwa, Arema Keluar Dari Dasar Klasemen

Tak Satu pun Klub ISL Datang

Rekonsiliasi Sepak bola Indonesia

Bernhard Limbong (Arief Bagus/Bolanews)
PSSI terus mengupayakan rekonsiliasi dengan kembali mengundang klub-klub ISL untuk bertemu dan berdialog demi mencari jalan keluar untuk memperbaiki situasi sepak bola Indonesia. Namun, tak satu pun klub hadir di pertemuan yang dilakukan di Hotel Crowne Jakarta, Kamis (29/3) sore.Setelah sebelumnya mengundang klub-klub ISL di tempat yang sama dua pekan lalu, Rabu (14/3), di mana hanya Persib Bandung yang menghadiri pertemuan, kini PSSI kembali berupaya meneruskan usahanya dalam mengajak klub-klub ISL duduk bersama dan mencari jalan keluar yang menguntungkan semua pihak. Namun, tak satu pun klub datang di pertemuan kali ini.

Kendati tak mendapat tanggapan dari klub-klub yang telah diundang, atau adanya berbagai alasan dari klub tersebut tidak bisa menghadiri pertemuan, Ketua Tim Rekonsiliasi, Bernard Limbong, menegaskan upaya PSSI tak akan berhenti sampai di sini.

"Tak satu klub pun datang dengan berbagai alasan. Namun, sebagai induk organisasi sepak bola, PSSI tak akan berhenti sampai di sini. Tetap akan ada upaya lanjutan seperti halnya mendatangi klub itu satu per satu," ungkap Limbong di Hotel Crowne Jakarta, Kamis (29/3) malam WIB.

Sementara itu, Deputi Sekjen PSSI bidang Kompetisi, Saleh Mukadar, menyatakan PSSI telah berupaya menjalankan hasil Kongres Tahunan di Palangkaraya 18 Maret lalu, yaitu mengakui klub-klub yang berlaga di ISL dan mengundang mereka untuk mencoba membuat kesepakatan dan komunikasi dua arah demi kebaikan sepak bola Indonesia, di mana PSSI sudah memberikan lima poin tawaran mereka sejak pertemuan pertama.

Saleh berharap semua klub yang diundang mau melakukan komunikasi untuk mencari jalan keluar dan memperlihatkan itikad baik bahwa mereka memang ingin terciptanya kondisi sepak bola Indonesia yang lebih baik.

"Pertemuan ini adalah perintah Kongres palangkaraya. Perintah itu adalah mengembalikan klub-klub itu ke kompetisi yang dinaungi PSSI. Kita mau mendengarkan apa yang mereka mau, tapi kita pun punya lima tawaran yang sudah kita buat sejak pertemuan pertama. Kalau itu ditolak, kita mau tahu kenapa ditolak? Jangan undangan baru datang langsung ditolak, itu artinya tidak ada itikad baik," ujar Saleh.

Senada dengan Saleh, Limbong pun sebenarnya berharap bisa mendengar apa keinginan klub-klub agar semua permasalahan bisa segera diselesaikan bersama-sama dengan komunikasi yang terjalin dengan baik. Namun, Ketua tim rekonsiliasi itu tetap yakin niat baik PSSI akan berjalan dengan baik.

"Seandainya mereka datang, kita akan dengarkan apa mau mereka. Kalau dari kita sudah jelas ada lima tawaran yang diajukan, tinggal mereka maunya seperti apa bisa kita sepakati di sini," ujar Limbong. "Saya yakin niat yang baik akan diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa," tambahnya.
Tak Satu pun Klub ISL Datang